Jumat, 14 September 2007

DVD dan Perdebatannya


DVD : Format dan Perdebatannya


Saya ingin menjelaskan pengertian DVD -dan +, juga RAM. Sebelumnya saya jelaskan dulu bahwa kepanjangan dari DVD adalah Digital Versatile Disc, artinya versatile adalah "serba guna". Jadi wajar saja kalau DVD memiliki berbagai format yang hingga kini masih diperdebatkan. Mengapa demikian? Karena semenjak ditemukannya format DVD, para ahli mulai memikirkan bagaimana cara membuat alat perekam yang dapat digunakan oleh semua orang seperti layaknya CD-Writer yang sudah menjamur dimana-mana. DVD yang biasa kita temui sehari-hari seperti DVD-Video dan DVD-ROM semuanya itu dibuat dengan proses cetakan pabrik. Data atau informasinya sudah masuk seketika saat piringan DVD dicetak. Proses seperti itu membutuhkan alat khusus yang harganya sangat mahal jika digunakan untuk keperluan pribadi. Alat pencetak DVD bisa menjadi sangat murah, jika Anda memang sengaja bergerak dibidang manufaktur DVD yang tiap harinya mencetak jutaan piringan DVD.

Itulah sebabnya diciptakan alat perekam DVD yang dapat dipakai untuk keperluan pribadi (personal). Saat pertama kali alat ini hendak diciptakan, para perusahaan besar yang tergabung dalam DVD Forum tidak menemui kata sepakat mengenai peraturan atau ketentuan seputar alat perekam DVD dan medianya.

Seperti yang kita ketahui DVD-Video memiliki 9 wilayah kode regional. Yaitu;

Regional 0 = semua wilayah dimuka bumi ini
Regional 1 = Amerika Serikat dan Canada
Regional 2 = Jepang, Eropa, Afrika Selatan dan Timur Tengah (termasuk Mesir)
Regional 3 = Asia Tenggara dan Asia Timur (kecuali Jepang)
Regional 4 = Australia, Selandia Baru, Kep. Pasifik, Amerika Tengah, Meksiko, Amerika Selatan, dan Kep. Karibia
Regional 5 = Eropa Timur (bekas negara-negara Uni Soviet), Afrika, Korea Selatan dan Mongolia
Regional 6 = China
Regional 7 = belum terpakai
Regional 8 = untuk penayangan DVD pada pesawat terbang, pelayaran dan sebagainya

Anda tidak bisa membeli film Regional 3 untuk diputar pada player Regional 1. Hanya film dengan kode Regional 0 saja yang bisa diputar pada semua player. Karena Regional 0 dianggap sebagai Master Edit. Selain itu DVD-Video juga memiliki proteksi MacroVision. Kesimpulannya, Anda tidak bisa merekam DVD-Video.

Dulu, Video LaserDisc dibajak dengan cara menghubungkan Video-Out dan Audio-Out dari Player ke alat perekam. Setelah baru disebarluaskan hasil kopian itu baik dalam bentuk VHS atau VCD. Kini cara itu tidak bisa lagi dilakukan karena ada proteksi MacroVision.

Tidak hanya itu, meski Anda mencoba mengkopi file VOB (Video Object) DVD-Video secara digital dengan bantuan komputer sekalipun cara itu tidak berhasil. Entah bagaimana caranya, saya tidak tahu dan tidak mau tahu. Terlalu rumit untuk dijelaskan. (^_^)v

Untunglah sekarang sudah banyak jagoan-jagoan penjebol kode. Di Internet dan di toko-toko software bajakan sudah banyak tersedia penjebol kode proteksi MacroVision untuk DVD Regional 1 s/d 8. Kalau tidak mau repot cukup beli DVD Regional 0 karena bisa diputar disemua player dan tidak memiliki proteksi MacroVision. Tapi kalau Anda seorang yang baik hati dan penuh pengertian terhadap hasil karya seseorang, tentu Anda tidak akan melakukannya.

Peraturan Regional ini pun dulunya mengundang banyak perdebatan. Dan perdebatan ini terjadi pula pada alat perekam DVD. Terdapat 3 jenis DVD-Blank, yaitu DVDRAM, DVD+(plus) dan DVD-(minus).

Ceritanya begini. DVD Forum pertama kali menciptakan format DVDRAM. Format ini memiliki kapasitas yang sama dengan DVD-Video dan DVD-ROM. Tapi ada perbedaan fisiknya, yaitu DVDRAM berbentuk seperti disket 3.5" yang memiliki cartridge untuk melindungi piringannya. Diameter DVDRAM tetap seperti disket 5.25" tapi bentuknya persis seperti disket 3.5" raksasa.

Bentuknya ini dinilai tidak praktis dan menimbulkan kekecewaan diantara anggota DVD Forum. Perusahaan HP, Sony dan Philips yang merupakan anggota DVD Forum akhirnya membentuk kelompok tersendiri dengan nama DVD Aliance. Mereka menciptakan DVD+ hanya 3 bulan setelah DVDRAM diciptakan.

Hal ini menimbulkan kekacauan, karena alat perekamnya berbeda lagi. Banyak perusahan lain yang kecewa. Tapi DVD+ ini menawarkan beberapa kelebihan yang tidak ada pada DVDRAM, seperti Lossless Linking dan CAV/CLV writing. Losless Linking sama fungsinya dengan Buffer Protection Under-run pada alat perekam CD. Yaitu dengan menyediakan fasilitas pencatatan posisi terakhir lensa jika kiriman atau aliran data yang ingin direkam tiba-tiba terhenti. Saat aliran data sudah datang kembali lensa akan segera bekerja meneruskan penulisan di sektor tempat terakhir kali berhenti.

Dulu alat perekam CD juga tidak memiliki fasilitas ini, sehingga banyak dijumpai kasus kegagalan dalam proses burning CD.

Fasilitas lainnya adalah CAV dan CLV. CAV singkatan dari Constant Angular Velocity. Artinya kecepatan pembakaran konstan dan meningkat terus hingga mencapai titik maksimal. Misalnya Anda menetapkan kecepatan pembakaran DVD 8x, maka saat pertama kali proses dilaksanakan, kecepatan awalnya mungkin cuma sekitar 1x atau 2x, dan baru akan mencapai 8x jika sudah mencapai track paling luar.

Berbeda dengan Constant Linear Velocity. Cara ini akan memberikan kecepatan yang stabil sejak awal kali dijalankan hingga mencapai track paling luar. Jika Anda menetapkan pembakaran DVD pada 8x, maka alat perekam DVD harus memulai benar-benar dari 8x, dan mengakhiri pada 8x. Masalahnya adalah tidak semua alat perekam DVD atau CD mampu memberikan kecepatan stabil seperti ini.

Sementara CAV sangat ideal untuk media DVD atau CD murahan yang kualitasnya belum terjamin untuk dibakar dengan kecepatan tinggi. Alat perekam akan mendeteksi sampai dimana kemampuan media DVD atau VCD itu sehingga jika Anda menetapkan kecepatan 8x padahal hanya mampu sampai 4x, maka yang digunakan sampai akhir adalah 4x. Meski yang tertera dilayar 8x. Hal ini untuk mencegah kegagalan dalam proses pembakaran.

Anda tidak perlu pusing memilihnya, karena setiap alat perekam DVD atau CD akan menentukan secara otomatis. Pokoknya santai saja...

Kembali pada kisahnya, DVD Forum tidak mau tinggal diam. Mereka akhirnya mengeluarkan format DVD- dan mengklaim bahwa format ini adalah format yang paling kompatibel dengan semua DVD-ROM komputer dan DVD Player biasa. Benarkah itu? Silahkan Anda coba sendiri.

Yang pasti saya hanya mau mengingatkan bahwa perdebatan mengenai format DVD masih terus berlanjut. Dan belum usai perdebatan itu, beberapa perusahan malah sudah mulai mencoba membuat media baru sebagai pengganti DVD.

Hehehe... kita lihat saja mana yang menang. Sementara ini jika Anda ingin membeli alat perekam DVD, cukup beli yang mendukung DVD- dan DVD+ saja. Selain harganya lebih murah daripada yang mendukung ketiga-tiganya, DVD-ROM dan DVD Player biasa tidak bisa membaca DVDRAM.


Sumber:www.IlmuKomputer.com
Penulis:Jonet Wicaksana

Hacker and Cracker

Pengertian Hacker dan Cracker

1. Hacker

Hacker adalah sebutan untuk mereka yang memberikan sumbangan yang bermanfaat kepada jaringan komputer, membuat program kecil dan membagikannya dengan orang-orang di Internet. Sebagai contoh : digigumi (Grup Digital) adalah sebuah kelompok yang mengkhususkan diri bergerak dalam bidang game dan komputer. Digigumi ini menggunakan teknik teknik hexadecimal untuk mengubah teks yang terdapat di dalam game. Contohnya, game Chrono Trigger berbahasa Inggris dapat diubah menjadi bahasa Indonesia. Oleh karena itu, status Digigumi adalah hacker, namun bukan sebagai perusak. Hacker disini artinya, mencari, mempelajari dan mengubah sesuatu untuk keperluan hobi dan pengembangan dengan mengikuti legalitas yang telah ditentukan oleh developer game. Para hacker biasanya melakukan penyusupan-penyusupan dengan maksud memuaskan pengetahuan dan teknik. Rata - rata perusahaan yang bergerak di dunia jaringan global (internet) juga memiliki hacker. Tugasnya yaitu untuk menjaga jaringan dari kemungkinan perusakan pihak luar "cracker", menguji jaringan dari kemungkinan lobang yang menjadi peluang para cracker mengobrak - abrik jaringannya, sebagai contoh : perusahaan asuransi dan auditing "Price Waterhouse". Ia memiliki team hacker yang disebut dengan Tiger Team. Mereka bekerja untuk menguji sistem sekuriti client mereka.

2. Cracker

Cracker adalah sebutan untuk mereka yang masuk ke sistem orang lain dan cracker lebih bersifat destruktif, biasanya di jaringan komputer, mem-bypass password atau lisensi program komputer, secara sengaja melawan keamanan komputer, men-deface (merubah halaman muka web) milik orang lain bahkan hingga men-delete data orang lain, mencuri data dan umumnya melakukan cracking untuk keuntungan sendiri, maksud jahat, atau karena sebab lainnya karena ada tantangan. Beberapa proses pembobolan dilakukan untuk menunjukan kelemahan keamanan sistem.

Hirarki / Tingkatan Hacker

1. Elite

Ciri-ciri : mengerti sistem operasi luar dalam, sanggup mengkonfigurasi & menyambungkan jaringan secara global, melakukan pemrogramman setiap harinya, effisien & trampil, menggunakan pengetahuannya dengan tepat, tidak menghancurkan data-data, dan selalu mengikuti peraturan yang ada. Tingkat Elite ini sering disebut sebagai ‘suhu’.

2. Semi Elite

Ciri-ciri : lebih muda dari golongan elite, mempunyai kemampuan & pengetahuan luas tentang komputer, mengerti tentang sistem operasi (termasuk lubangnya), kemampuan programnya cukup untuk mengubah program eksploit.

3. Developed Kiddie

Ciri-ciri : umurnya masih muda (ABG) & masih sekolah, mereka membaca tentang metoda hacking & caranya di berbagai kesempatan, mencoba berbagai sistem sampai akhirnya berhasil & memproklamirkan kemenangan ke lainnya, umumnya masih menggunakan Grafik User Interface (GUI) & baru belajar basic dari UNIX tanpa mampu menemukan lubang kelemahan baru di sistem operasi.

4. Script Kiddie

Ciri-ciri : seperti developed kiddie dan juga seperti Lamers, mereka hanya mempunyai pengetahuan teknis networking yang sangat minimal, tidak lepas dari GUI, hacking dilakukan menggunakan trojan untuk menakuti & menyusahkan hidup sebagian pengguna Internet.

5. Lamer

Ciri-ciri : tidak mempunyai pengalaman & pengetahuan tapi ingin menjadi hacker sehingga lamer sering disebut sebagai ‘wanna-be’ hacker, penggunaan komputer mereka terutama untuk main game, IRC, tukar menukar software prirate, mencuri kartu kredit, melakukan hacking dengan menggunakan software trojan, nuke & DoS, suka menyombongkan diri melalui IRC channel, dan sebagainya. Karena banyak kekurangannya untuk mencapai elite, dalam perkembangannya mereka hanya akan sampai level developed kiddie atau script kiddie saja.

Cracker tidak mempunyai hirarki khusus karena sifatnya hanya membongkar dan merusak.

Sumber:www.students.ukdw.ac.id