Rabu, 28 November 2007

Solusi Group - Software House


Kami adalah sebuah perusahaan jasa yang bergerak dalam bidang Software, Hardware komputer, Networking, Accounting Service dan Internet Telephony(VOIP).
Dalam bidang Software, Kami melayani jasa pembuatan Software (perangkat lunak) untuk berbagai macam aplikasi akuntansi dan keuangan dalam bidang industri distribustion/trading, manufacturing, property, agribisnis. Untuk sistem aplikasi yang dapat di layanai antara lain: General Ledger, Account Receivable, Account Payble, Costing, Cash Management, Sales Invoicing, Sales Order, purchasing, Purchasing Order, Inventory, Work In Progress, Finished Goods, Spareparts, Fixed Assets, Shipping, Payroll, Sales & Markeing Information, Web Design, Web & Email Hosting.
Selain modul-modul di atas, kami juga menerima jasa "Tailor Made" software untuk kebutuhan spesifik perusahaan. Dalam Software Development Life Cycle kami menggunakan Standard-standard pengembangan dalam bidang Software seperti MIL-STD-498, IEEE 12207 ataupun ISO 12207. Karena penggunaan Standard-standard ini dalam pengembangan system, maka dapat lebih menjamin Kualitas Software yang dihasilkan dan terutama dapat lebih menjamin Software yang dihasilkan dapat sesuai dengan Requirement Specification dari User.System-system tersebut dapat terintegrasi antara satu modul aplikasi dengan aplikasi lainnya.System Operasi yang dapat dijalankan untuk aplikasi tersebut mulai dari DOS, Windows 95, 98, Windows NT , Windows 2000 juga Novell Netware.Database yang dapat dipakai untuk system-system tersebut mulai dari dBase, Access, Microsoft SQL Server, MySQL hingga Oracle.


Dalam bidang Hardware & Networing komputer Kami merupakan Reseller untuk beberapa produk komputer PC branded seperti Acer, Hewlett Packard, Compaq serta IBMSelain itu kami juga melayani penjualan komputer rakitan dengan mutu yang tidak kalah dengan komputer branded lainnya. Untuk Networking Kami mampu memberikan jasa dalam bidang Networking mulai dari LAN (Local Area Network) yang terdiri dari beberapa user/ workstation hingga WAN (Wide Area Network) baik itu berbentuk jaringan data biasa maupun jaringan intranet dan extranet. System operasi Server yang mampu ditangani : Novell Netware ver 3.12 hingga 5.1, Windows NT ver 4.0 hingga Windows 2000 Advance Server

Sejak tahun 2001 PT Solusi Citra Indonesia juga menyediakan jasa Internet Telephony. PT Solusi Citra Indonesia pada jasa ini bertindak sebagai authorized distributor untuk Internet Telephony ini. Ada dua jenis jasa ini, yaitu : Prepaid dan Postpaid. Prepaid (Calling Card) diperuntukkan perorangan yang banyak memakai telepon SLJJ maupun SLI. Sedangkan Postpaid ini diperuntukkan Corporate, dimana penagihannya dilakukan bulan berjalan berikutnya seperti tagihan pada Telkom.

Sejak tahun 2002, Kami juga memberikan jasa Accounting Service untuk kepentingan client yang makin berkembang luas. Dengan adanya jasa Accounting service ini, maka dapat memberikan efisiensi bagi client yang kecil untuk menghasilkan laporan-laporan keuangan dan laporan .

Sistem Informasi Manajemen Perencanaan Pembangunan Nasional


Panduan Pemahaman dan Pengisian Data Dasar Perencanaan Pembangunan

Panduan yang berisi penjelasan mengenai perencanaan, jenis data untuk perencanaan, dan perangkat analisis untuk perencanaan pembangunan daerah di Indonesia. Data yang dimasukkan ke dalam formulir-formulir yang tersedia (pada Lampiran: Tabel Isian) akan dimasukkan ke dalam pangkalan data Simrenas agar dapat diakses oleh para pelaku perencanaan pembangunan, baik di daerah maupun pusat. Dengan mengacu pada Panduan ini, diharapkan daerah dapat menyusun pangkalan data (database) yang berkualitas baik, lengkap, dan terstruktur. Dengan demikian maka daerah dapat dengan mudah dan cepat melihat peluang investasi dan potensi daerahnya untuk meningkatkan perekonomiannya, yang pada akhirnya akan memberdayakan daerah di era otonomi ini untuk menuju e-government di Indonesia.

Peluncuran Sistem Informasi Manajemen Perencanaan Pembangunan Nasional

Dengan telah selesainya pembangunan situs simrenas, yang akan mengintegrasikan semua data dari institusi perencanaan di daerah ke dalam satu wadah protal, dalam waktu dekat ini akan dilakukan peluncuran. Dengan adanya Sistem Informasi dan Manajemen Perencanaan Pembangunan Nasional (Simrenas) ini, diharapkan dapat menata berbagai aspek data perencanaan pembangunan secara terintegrasi dan komprehensif, baik dalam hal struktur, jenis maupun format data untuk perencanaan pembangunan.

Berita Terkini

Dalam tahun anggaran 2005 ini akan dilakukan sosialisasi mengenai Buku Panduan Pemahaman dan Pengisian Data Dasar Perencanaan Pembangunan. Buku panduan ini berisi informasi mengenai data dasar yang harus dimiliki oleh institusi perencanaan sebagai dasar untuk melakukan penerncanaan ke depan. Buku ini mempunyai tujuan...

Harmonisasi Keamanan Fisik dan Keamanan sistem Informasi


Tantangan perusahaan-perusahaan saat ini bertambah berat, selain tuntutan untuk mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para pelanggan mereka, tingkat persaingannya pun semakin ketat. Munculnya banyak perusahaan baru dan terjadinya berbagai perubahan lingkungan bisnis dan berkembangnya teknologi informasi, telah memberikan dimensi baru yang lebih kompetitif bagi setiap perusahaan yang ingin mempertahankan reputasi mereka dalam dunia bisnis.

Karenanya, tak heran kalau perusahaan-perusahaan semakin dituntut untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas dan responsif terhadap berbagai perubahan lingkungan persaingannya. Hal itu semua, saat ini, hampir tak mungkin dilakukan tanpa memanfaatkan sistem informasi dan teknologi informasi, termasuk Internet.

Untuk mendapatkan gambaran mengenai hal tersebut, eBizzAsia mewawancarai Jos Luhukay, praktisi TI dan Ekonomi baru, yang saat ini juga menjabat sebagai President Director LippoBank, pertengahan Februari lalu. Berikut petikannya,

Dahulu, ada pandangan bahwa perusahaan perlu membuat strategi bisnis lebih dulu baru strategi teknologi. Sekarang, bagaimana?

Pada saat itu, memang ada pandangan di kalangan pakar, utamanya mereka-mereka yang dari kalangan tradisional economist , yang menyatakan bahwa, pertama what you need to do adalah mempunyai strategi bisnis lebih dulu. Dari strategi bisnis, baru kemudian menurunkannya atau menjabarkannya menjadi strategi–strategi lainnya, termasuk strategi pengelolaan SDM, kemudian strategi keuangan dan strategi teknologi.

Namun, konsep itu 10-15 tahun yang lalu, oleh profesor-profesor di Harvard University, antara lain F. Warran McFarlan dan sebagainya itu, sudah dinyatakan bahwa ternyata itu salah. Dia pernah menulis bahwa ”sebelum membuat strategi teknologi, mesti ada strategi bisnis terlebih dulu”. Belakangan, justru dia mengatakan: “Kalau saya bisa bayar, dan saya bisa tarik kembali pernyataan saya itu, saya mau. Saya salah”.

Ternyata, bahwa sejak awalnya teknologi, terutama TI, seharusnya memang sudah dilibatkan dalam pembuatan strategi bisnis, bukan malah sekuensial setelah business strategy, baru teknologinya mau ditaruh dimana. Justru itu harus sudah ada di depan. Mengapa? Karena teknologi bisa membuat satu hal yang business wise tidak strategis, menjadi strategis.

Contohnya seperti apa?

Misalnya, sebuah Bank merencanakan untuk memiliki jaringan dengan pelayanan tersedia di setiap kecamatan. Pada saat mengatakan itu, teknologi sebenarnya sudah muncul. Supaya dia bilang, ”OK, karena dengan teknologi, semua kecamatan bisa dengan cepat memakai, misalnya e-Bangking , ATM, atau POS ( point of sale )”. Itu cepat sekali. Kemudian, teknologi, pada waktu di trigger dengan omongan seperti itu saja, sudah dengan cepat bisa menghasilkan satu solusi bersamaan dengan strategi bisnis tadi.

Bayangkan kalau dibalik. Misalnya, untuk mewujudkannya dia mulai menghitung ongkos untuk membuat kantor kas di setiap kota. Berapa besar biayanya? Nah, itu akan sangat mahal. Kemudian, pilih saja kecamatan–kecamatan yang dekat dengan kota–kota besarnya, baru kemudian tanyakan dengan orang-orang teknologi, bagaimana.

Karenanya, sekarang ini orang-orang TI itu sudah harus ikut dalam board strategy meeting di awal, tidak bisa belakangan. Sekarang ini, mereka ada di posisi belakang. Kebanyakan perusahaan menempatkan mereka di posisi belakangan, sama seperti mesin, sama seperti orang. Padahal, tidak begitu. Karena, kadang–kadang yang tidak fleksibel pun bisa jadi fleksibel. Misalnya, tiba- tiba muncul gagasan yang bisa mengubah sama sekali.

Bagaimana mengelola TI sekarang ini? Bisa dijelaskan?

Yang menarik bagi saya adalah pertumbuhan evolusi, yang dinamakan layanan informasi, di perusahaan. Dulu, ketika di awal-awal, mungkin 20 tahun yang lalu, ada yang namanya “desk mekanisasi”. Bank-bank, yang pertama kali menerapkannya. Desk Mekanisasi itu terkait dengan komputer, jadi disebut mekanisasi. Kemudian, masuk mesin–mesin ”ontelan” yang digunakan untuk menghitung, calculator calculation machine .

Setelah desk mekanisasi, kita kenal istilah EDP ( electronic data processing ), dimana unit ini seringkali diletakkan di bawah bidang finance atau akuntansi. Kemudian, bergerak dari situ, terbentuklah apa yang disebut departemen TI. Itu generasi ketiga.

Pada waktu berkembangnya departemen TI, masuklah berbagai office support , seperti mesin fotokopi, telepon dan lain sebagainya, di samping komputer. Karena dianggap TI, departemen itu juga menguasai PABX, karena PABX juga komputer.

Selanjutnya muncul generasi keempat, yaitu information service department . Kalu sudah information service department , itu menunjukkan bahwa mereka sudah memasuki pola pelaporan. Jadi, pelaporan menjadi tanggung bidang ini. Dulu tidak begitu, melainkan hanya mengoperasikan mesin ”ontelan” itu saja atau komputer. Sekarang tidak, dia bertanggung jawab atas pembuatan laporan.

Generasi berikutnya adalah operation support dan executive (decision) support . Bentuk inilah yang sekarang, itu generasi kelima, atau sudah generasi keenam. Jadi, kalau kita mau mengukur suatu perusahaan itu sudah ada digenerasi ke berapa, tanyakan saja: ”Teknologi, di sini diurus oleh siapa? Oh, departemen TI, ya? Berarti masih di generasi ketiga, ya?”

Dulu waktu namanya desk mekanisasi atau EDP, dalam organisasi dia sederajat Satpam. Jadi, tidak ada direkturnya, paling kepala divisi atau di bawahnya. Tiga atau empat level di bawah direktur utama. Sekarang, tidak ada lagi departemen TI. Komputer, misalnya, sudah diurusi bagian operasi, sedang pelaporan sudah menjadi urusan CEO langsung, sebagai decision support . Jadi, kalau masih ada departemen TI, departemen transportasi, urusan mobil jemputan itu sama saja dengan urusan TI, sederajat. Atau, urusan departemen TI sama dengan urusan Satpam.

Apa yang sebenarnya dapat mendorong perubahan di perusahaan?

Umumnya, perubahan–perubahan terjadi karena beberapa alasan. Pertama , karena munculnya satu persaingan yang sangat ketat, sehingga akibatnya untuk mempertahankan hidup ( survival ), dia harus berubah.

Kedua , dikombinasi lagi khususnya kalau ada kepemilikan baru, dan pemilik baru itu berasal dari ekonomi yang lebih kompetitif, misalkan asing. Dan, ketiga kalau kepemimpinannya kemasukan orang–orang muda, yang memiliki visi yang lebih baru. Artinya, walaupun mereka (pengelola perusahaan) sudah berumur, tapi kalau ada yang baru yang membawa ide-ide baru, dia juga akan cepat berubah.

Bagaimana melihat besar-kecilnya penerapan TI di perusahaan?

Kita dapat melihatnya dari bagaimana posisi manajemen dan staf di suatu organisasi. Organisasi-organisasi yang masih sangat hirarkhis seperti tentara, dimana sang komandan mungkin di bawahnya memiliki dua, tiga atau empat orang general manager , kemudian di bahwanya ada lagi. Mungkin pengukuran yang terpenting adalah dari ujung sampai yang paling bawah, sebenarnya ada berapa layer . Mengukurnya sangat mudah. Semakin tinggi jumlah layer- nya, makin kurang penggunaan TI-nya. Itu, pasti.

Mestinya seperti apa? Flat?

Organisasi–organisasi yang agile , luwes, dan bisa cepat bergerak, dia akan flat . Kalau sudah flat , TI-nya pasti tinggi. Pasti! Misalnya, di perusahaan tempat saya bekerja, karena kita tutup buku setiap hari, jadi P&L dan semua itu dihitung jam 7 malam, tutup.

Pagi-pagi, melakukan reconcile , ya sekitar jam 10 paling telat, saya sudah bisa melihat status profit malam tadi. Kenapa harus malam? Karena di bank itu kan nasabah perhitungannya, laba dan sebagainya, itu dihitungnya jam 12 malam. Jadi kalau bisa, kalau saya bukan Bank, saya bisa tutup buku sebelum jam 7 malam. Nah, dengan pola ini, organisasi saya flat .

Sekarang, soal perbankan di Indonesia. Bagaimana soal TI-nya menurut Anda?

Perbanas, bulan Mei mendatang ini akan menyelenggarakan konferensi ”Banking Technology”. Nah, ini buat kita satu hal yang penting. Mengapa? Karena bank selama ini boleh dikata puasa TI, setelah krisis mereka tidak membeli. Sementara itu, investasi yang tahun 98-97, sudah terbukti dan mahal. Karenanya, sudah saatnya mereka belanja TI tahun ini.

Jadi, akibatnya pasarnya gede . Daripada kita di Perbanas, bank-bank nanya kanan-kiri, sekarang mendingan vendornya saja yang kita undang untuk presentasi di suatu forum. Jadi, semua orang bisa mendengar. Istilahnya, kita belanja bareng. Daripada kita masing-masing datang ke bazar, mending sekarang orang-orang ini dipanggil untuk ikut pameran Asia Pasifik. Tahun 2005 ini akan cukup challenging , buat penggunaan information teknology atau information, khususnya di perbankan. Perbankan masih tetap akan lead . Munurut perkiraan saya, minimal 250 juta dolar tahun ini. Tidak banyak, tapi itu hanya di 10 Bank besar saja.

Hanya 10 bank besar? Bagaimana yang lainnya?

Perbankan ini menarik, 75% aset (portfolio perbankan) di Indonesia itu di kuasai oleh 11 Bank. (Lippo, Mandiri, BCA, Mega, Danamon, Permata, Niaga dll). Di luar itu, ada 2200 bank. Hanya 25% atau 24% porfolio perbankan lainnya ada di 2200 bank ini. Jadi bisa dibayangkan, 2200 bank ini pengunaan teknologinya di level apa? Di Indonesia, BPR saja ada 2100 bank. Penggunaan TI-nya mungkin hanya komputer pembukuan dan untuk nasabah yang ada di depan. Jadi kecil sekali, kalau kita lihat penggunaan teknologi di bank-bank di Indonesia. Timpang sekali. Ya, masih jauhlah kita.

Dibilang penting tidak penting, dimana peran pemerintah?

Dalam hal ini kita mewarisi suatu sejarah, diman a pemerintah praktis tidak ambil posisi dalam teknologi informasi, sampai sekarang. Kalaupun ada KOMINFO, ya akhirnya tidak jelas dalam teknologi informasinya. Pada akhirnya, kita tidak bisa memusatkan satu upaya dengan resource yang pas-pasan ini, sesuatu yang akan memajukan kita. Itu, nggak ada. Jadi, teknologi yang satu ini memang tidak dianggap sesuatu yang dapat memberdayakan bangsa.

Walaupun Kominfo sudah menjadi departemen?

Sekarang jadi departemen. Saya berharap, moga-moga dia bisa menjalankan visinya dengan baik. Kepemilikan teknologi ini, tidak ada di pemerintah. Kepemilikan teknologi ini ada di perusahaan. Contohnya, Microsoft, itu bukan pemerintah Amerika. Teknologi telekomunikasi ada di Cisco, itu kan perusahaan semua.

Jadi, sebetulnya, kalau kita bicara teknologi dan kepemilikannya, itu memang bukan visi pemerintah. Itu visi dagang, tataniaga. Dan, pemerintah hanya bisa mengeluarkan public policy , mengarahkan supaya terjadi konvergensi. Belanja TI pemerintah kan kecil sekali.

Di Malaysia juga kan bukan pemerintah, tetapi mereka bisa memfasilitasi?

Malaysia memiliki public policy yang jelas. Padahal, itu pemerintahan yang dikuasai oleh seorang dokter, tapi memiliki visi TI jauh ke depan. Saya, punya harapan besar dengan pemerintahan yang sekarang ini, dengan adanya KOMINFO yang membawahi POSTEL. Kalau tidak seratus hari pertama, ya seratus hari kedua, deh.

Karena, komitmen kita adalah bagaimana mengeluarkan Indonesia ini dari bangsa yang tercela, soal hak cipta. Di sisi lain, kalau kita bicara kepentingan “kita”, yang dimaksud siapa? Pemerintah kah, perusahaan kah atau masyarakat? Itu tidak jelas. Kalau dalam ilmu sistem, itu merupakan masalah agensi atau agency problem . Masalah agensi, siapa yang akan bertindak atas nama masyarakat?

Akhirnya, kalau saya pikir-pikir ini kan sesuatu yang didominasi oleh tata niaga. Akhirnya, tata niaga, supply and demand, supply chain, value chain itu yang akan menguasai. Sama saja dengan suatu perusahaan. Kalau kepemilikan saham publiknya sudah melebihi 50%, kita mulai tanya. Siapa yang punya perusahaan ini? Siapa yang mengatur? Nah, itu manajemen, bukan pemiliknya.

Manajemen Sistem Informasi Pada Bank Indonesia


Bulan Mei lalu Bank Indonesia mengeluarkan peraturan nomor 5/8/PBI/2003 tentang “Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum” yang akan berlaku mulai 1 Januari 2004. Tujuan dikeluarkannya peraturan ini adalah agar Bank umum di Indonesia menerapkan prinsip-prinsip manajemen risiko yang sejalan dengan rekomendasi yang dikeluarkan oleh Bank for International Settlement yang dikenal dengan kesepakatan Basel II.

Dalam Basel II, perhitungan kecukupan modal tidak hanya didasari pada risiko kredit seperti yang sekarang digunakan tetapi ditambah dengan perhitungan risiko lainnya, yaitu risiko pasar dan risiko operasional. Secara formal, seperti yang tertulis pada penjelasan peraturan Bank Indonesia, risiko operasional adalah risiko yang antara lain disebabkan oleh adanya ketidakcukupan dan atau tidak berfungsinya proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem, atau adanya problem eksternal yang mempengaruhi operasional Bank. Sehingga jelas risiko yang disebabkan oleh kegagalan sistem pengamanan informasi termasuk dalam risiko operasional (selain juga bisa dikategorikan kedalam risiko reputasi, risiko hukum maupun risiko lainnya untuk kondisi tertentu).

Pegamanan sistem informasi disini harus diartikan secara luas tidak hanya menyangkut misalnya pengamanan terhadap akses informasi oleh orang yang tidak berwewenang. Menurut Federal Financial Institutions examination Council (FFIEC) obyektif sistem pengamanan informasi adalah untuk memastikan ketersediaan (availability), integritas, kerahasiaan (confidentiality), akuntabilitas (accountability) dan jaminan (assurance) sistem informasi dalam menunjang kegiatan perusahaan.

Sehingga hal itu seperti memastikan suatu sistem agar sesuai dengan kebutuhan bisnis perbankan dengan melakukan terlebih dahulu studi kelayakan, pengawasan terhadap proses pemilihan sistem, dan pengujian sistem termasuk dalam obyektif pengamanan sistem informasi. Begitu pula pemisahan tugas antara programmer dan operator juga merupakan bentuk pengamanan sistem informasi. Salah satu kerangka yang dapat digunakan untuk melihat manajemen sistem keamanan informasi secara komprehensif adalah ISO 17799.

Penerapan peraturan BI merupakan tantangan tersendiri bagi bank umum di Indonesia terutama dalam kaitannya dengan manajemen pengamanan sistem informasi. Pertama karena menurut pengamatan saya, belum banyak bank yang melakukan analisa resiko dalam pengadaan kontrol sistem keamanan informasi, kedua belum banyak manajemen senior yang terlibat dalam tugas pengamanan sistem informasi, ketiga ketidak siapan sistem pengawasan intern (internal audit) dalam melakukan pengawasan terhadap teknologi informasi secara umum maupun kontrol sistem pengamanan secara khusus.

Analisa Risiko
Analisa risiko seharusnya merupakan tahapan awal dalam manajemen pengamanan sistem informasi. Beberapa alasan yang digunakan perusahaan untuk tidak melakukan analisa risiko adalah kesulitan dalam mengkuantifikasikan risiko sistem informasi, selain juga memerlukan waktu yang cukup lama untuk melakukannya. Mengkuantifikasikan risiko operasional memang bukan hal yang mudah, tapi ini seharusnya bukan menjadi alasan untuk tidak melakukan analisa risiko.

Perusahaan dapat menggunakan analisa kualitatif sebagai alternatifnya. Analisa kualitatif memerlukan waktu relatif singkat dan mudah dipahami. Untuk tahapan awal, yang penting adalah mengidentifikasikan aset, potensi kerentanannya (vulnerabilities), potensi ancamannya (threats), menentukan risikonya secara kualtitatif (misalnya tinggi, sedang, rendah), baru dilanjutkan dengan menentukan kontrol.

Dengan demikian pemilihan dan pengadaan kontrol pengamanan mempunyai landasan yang kuat, misalnya apakah berdasarkan tingkat resikonya atau apakah kontrol tersebut dapat mengurangi beberapa resiko secara sekaligus. Perlu juga ditekankan disini adalah dalam melakukan analisa resiko sistem informasi, selain melibatkan staf divisi sistem informasi sendiri juga harus melibatkan end user, staf dari sistem pengawasan Intern (internal auditor), dan staf lain yang mungkin dibutuhkan seperti HRD dan legal.

Peran Manajemen Senior
Karena Manajemen senior, termasuk di dalamnya jajaran direksi, mempunyai peran dan tanggung jawab untuk mengembangkan strategi perusahaan. Mereka juga diharapkan secara eksplisit, dan terdokumentasi memberikan arahan, kebijaksanaan, menentukan akuntabilitas dalam penanganan risiko yang ditimbulkan oleh sistem informasi.

Selain itu, dalam melakukan review dan memberi persetujuan terhadap kontrol pengamanan yang penting. Karena begitu pentingnya peran manajemen senior ini, maka Bank for International Settlements (BIS) memasukkannya dalam salah satu pilar prinsip-prinsip manajemen resiko untuk Electronic Banking.
Sistem Pengawasan Intern

Tugas departemen Sistem Pengawasan Intern (Internal Auditor) pada beberapa Bank umum di Indonesia saat ini masih terbatas pada pengawasan terhadap jalannya kontrol untuk mengurangi risiko kredit. Dengan adanya peraturan BI nomor 5/8/PBI/2003 yang akan berlaku 6 bulan lagi, hal ini menjadi pekerjaan yang cukup besar dalam menyiapkan sumber daya yang mengerti sistem informasi dan teknologinya, sekaligus menguasai metodologi dan teknik-teknik audit.

Menyiapkan staf internal auditor yang ada, yang sebelumnya tidak memiliki pengetahuan dan pengalaman tentang sistem informasi dan teknologinya, untuk dapat melakukan audit sistem informasi akan memerlukan waktu yang cukup lama. Sedangkan merekrut staf baru yang memiliki pengetahuan sistem informasi dan audit sekaligus, juga bukan hal yang mudah.

Alternatif yang dapat dilakukan adalah dengan menarik staf dari divisi sistem informasi untuk dijadikan staf audit. Masa transisi sekitar dua sampai empat bulan dapat digunakan untuk merekrut pengganti staf sistem informasi tersebut, transfer knowledge ke staf pengganti, sekaligus digunakan untuk mempelajari metodologi dan teknik-teknik audit. Selanjutnya tim audit yang menangani sistem informasi ini dibentuk dengan melibatkan staf yang ditarik dari sistem informasi tadi ditambah staf audit yang ada. •

Agus Pracoyo •
channel manager / security consultant pada PT. Indokom Primanusa dengan alamat e-mail: pracoyo@ipnsecurity.com

Information System Coca - Cola


Pengembangan pendekatan manajemen Sistem Informasi (Information System / IS) yang terarah pada organisasi kami merupakan bentuk pengaruh evolusi teknologi terhadap dunia usaha dewasa ini. Peran penting sistem informasi terhadap kinerja bisnis kami, pengembangan sumber daya manusia dan nilai tambah lainnya, terutama bagi pemegang saham, membutuhkan tim yang berdedikasi tinggi dan profesional dalam bidang manajemen sistem informasi.

Tantangan akan muncul sesuai dengan kebutuhan. Setiap tantangan harus ditangani sesuai prioritas guna menjamin kepuasan terhadap jasa layanan pelanggan dalam skala bisnis yang luas. Perusahan kami menggunakan sistem terintegrasi yang menghubungkan seluruh aspek bisnis. Terlepas dari fokus dari aktifitas baik berupa supply chain, financial, atau yang berhubungan langsung dengan kegiatan penjualan, manfaat dari sistem informasi akan dirasakan oleh seluruh komunitas bisnis kami.

Salah satu manfaat terpenting dari investasi CCBI pada teknologi sistem informasi selama lima tahun terakhir adalah dengan meningkatnya kemampuan karyawan di seluruh level organisasi kami.

Masa depan akan menjelang. Teknologi akan terus berkembang dan menciptakan peluang baru untuk peningkatan produktifitas sumber daya manusia.

Kemampuan karyawan kami untuk menggunakan informasi akan terus meningkat, kualitas infrastruktur publik akan meningkat, dan pelanggan kami akan membangkitkan kebutuhan akan layanan baru seiring kemajuan teknologi. Seluruh hal tersebut membutuhkan dukungan dari tim yang profesional dalam organisasi kami.

Departmen IS akan melanjutkan kemitraannya dengan pimpinan dari setiap lini bisnis internal,
serta ikut membantu proses evolusi guna meningkatkan kualitas investasi sistem informasi di perusahaan kami, dan pada akhirnya untuk meningkatkan layanan terhadap pelanggan.

dari: cocacola indonesia

Jumat, 16 November 2007

Windows Vista


Kelebihan

  • Tentu saja pengalaman baru menjelajah PC dengan rasa tridi (3D) yang canggih berkat Aero
  • Perbaikan dan penambahan fitur yang terlalu panjang untuk disebutkan disini
  • Lebih sedikit system-crash dibanding pada Windows XP
  • Built-in Support Option yang memberikan keleluasaan lebih kepada pengguna

Kekurangan

  • Fitur-fitur canggihnya bekerja optimal hanya pada lingkungan Windows
  • Belum dibarengi dengan diluncurkannya software yang secara eksklusif mendukung dan bersinergi dengan fitur-fitur Vista
  • Terlalu banyak varian seri yang mungkin akan membingungkan calon penggun

Windows Vista adalah sistem operasi pertama yang diluncurkan Microsoft setelah 5 tahun setelah XP. Tentu saja ini bukan kurun waktu yang singkat bagi sebuah perusahaan pembuat perangkat lunak yang menguasai sebagian besar pasar OS. Yang akan paling bahagia dengan diluncurkan Windows Vista tentu saja mereka yang selama ini sangat menikmati lingkungan Windows sehari-hari, mulai dari Win XP, IE 7, MSN, Live.com, dan berbagai aplikasi desktop keluaran Microsoft. Bukan hanya karena kini pekerjaan mereka akan semakin dimudahkan oleh Vista, tetapi juga dimanjakan oleh berbagai fitur yang akan membuat pengguna makin betah berlama-lama di depan komputernya untuk keperluan apapun.

Windows Vista diluncurkan dalam 6 varian ‘rasa’ dengan satu – dua edisi yang mungkin tidak tersedia di suatu wilayah tertentu. Dari yang paling ‘sederhana’ yaitu Windows Vista Starter yang tidak tersedia di Amerika hingga Windows Vista Ultimate yang menjadi edisi terlengkap dari semua keluarga Vista. Diantara Starter dan Ultimate terdapat Vista Home Basic, Vista Home Premium, Vista Business, dan Vista Enterprise yang dijual dalam bentuk OLP (Open License Product).

Windows Vista yang dikemas dalam keping DVD telah menyertakan format Windows Imaging (WIM). Jadi, jika Anda membeli edisi Home Basic maupun Ultimate, kode WIM yang digunakan akan sama. Key-product lah yang nanti akan membuka fitur untuk masing-masing edisi. Ini artinya, pengguna Vista dengan fitur yang lebih sedikit dapat meng-upgrade Vista-nya dengan men-download kode tambahan dan mendapatkan key-product baru secara online. Namun bagaimanapun juga, fitur-fitur ini sangat bergantung pada spesifikasi perangkat keras komputer Anda. Fitur yang telah Anda beli ini akan sia-sia jika tidak diimbangi dengan spesifikasi hardware yang dapat mengimbangi Vista.

Dapat diperkirakan, akan banyak pengguna XP SP2 yang ingin beralih ke Vista. Jika Anda menemui kesulitan untuk menentukan edisi mana yang didukung oleh spesifikasi komputer Anda, Cnet bekerja sama dengan System Requirement Labs menyediakan tool untuk menganalisa sistem Anda.

Meskipun Vista tersedia dalam versi upgrade, kami merekomendasikan pengguna Vista untuk melakukan clean installation. Dengan clean-instalation Anda dapat tetap mempertahankan sistem pada XP lama Anda dan cukup meng-instal aplikasi yang Anda perlukan pada Vista. Clean-instalation dapat dilakukan dengan memartisi ruang harddisk Anda dan menjalankan dual-boot dengan XP atau bisa juga dengan menambahkan harddisk khusus untuk Vista Anda. Tentu saja cara paling praktis dan nyaman adalah membeli komputer baru dengan Windows Vista telah terinstal didalamnya.

Proses instalasi Vista yang telah dicoba memakan waktu sekitar 20 menit hingga 1 jam, tergantung spesifikasi hardware komputer. Proses instalasi Vista tergolong otomatis dengan terlebih dahulu meng-copy WIM pada drive lokasi Vista. Selama proses instalasi, Vista akan mengisi PC Anda dengan driver yang dibutuhkan. Vista akan mengambil driver tambahan yang dibutuhkan dari database Microsoft. Dapat diasumsikan, untuk keperluan tersebut proses instalasi ini membutuhkan koneksi internet.

Seperti biasa, di akhir proses instalasi Anda akan diminta memasukkan data-data seperti negara/region, waktu, mata uang, dan layout keyboard yang Anda inginkan. Dilanjutkan dengan Username, User Icon, dan password. Kemudian Anda dapat memilih wallpaper dan security setting. Kemudian Windows akan mengecek kinerja komputer Anda dengan 5 skala skor.

Yang menarik, pada Vista terdapat tone musik yang ditulis oleh musisi veteran Robert Fripp. Dibandingkan dengan XP, tone musik ini terdengar lebih ringan dan berkelas. Dan yang baru pada Vista adalah Welcome Center pada desktop yang yang menampilkan FAQ semacam “How do you configure your printer” dan sebagainya.

Start Menu pada Vista tampil lebih cantik dan elegan. Ini adalah pemandangan yang indah bagi Anda yang selama ini bosan dengan Start Menu Windows yang tidak banyak mengalami perubahan dari Windows 95 hingga XP. Yang paling mencolok adalah dimasukkannya kolom untuk search pada Start Menu ini. Sangat praktis. Anda dapat langsung mengetikkan keyword pencarian disini tanpa perlu membuka window Search.

Selain kolom Search yang terintegrasi pada Start Menu, All Program kini ditampilkan dalam bentuk tree yang dapat di-expand. Kemudahan lain yang diberikan Vista pada Start Menu adalah tombol Instan Off yang akan memangkas waktu yang diperlukan untuk “cleaning up files” pada saat PC dimatikan.

Akhirnya, Vista akan menampilkan compatibility wizard yang akan menganalisa aplikasi lama Anda (katakanlah game kesayangan yang Anda jalankan pada Windows 95) dan menyesuaikan resolusi tampilan game tersebut dengan Vista.

Fitur

Bicara mengenai fitur pada Vista, terus terang kami mengalami kesulitan serius. Terlalu banyak untuk dibahas satu persatu. Tetapi kami menyertakan daftar fitur tersebut dalam tabel yang akan memudahkan Anda membandingkan kelengkapan fitur pada masing-masing edisi.

Selain fitur-fitur tersebut, Vista juga menawarkan perbaikan yang pernah dijanjikan oleh pihak marketing Microsoft, yaitu apa yang mereka sebut “Clear, Confident, and Connected”.

Clear à diberikan Vista melalui fitur Aero yang menjadi Windows Presentation Foundation, sub-grup dari .Net Foundation Framework. Kualitas tampilan yang prima pada Vista akan menjadi keunggulan tersendiri bagi Anda yang membutuhkan kualitas tampilan.

Confident à keamanan sistem juga menjadi konsen Microsoft. Dengan UAC (User Account Control) yang terdapat pada Vista, proses setting keamanan Anda akan menjadi lebih praktis dan mudah. Vista juga menyertakan two-way firewall dan antispyware Windows Defender.

Connected à Vista menawarkan koneksi peer-to-peer untuk komputer Anda yang memungkinkan Anda untuk memindahkan file pada folder pribadi Anda ke Public Folder dan menandai file/folder tersebut untuk sharing pada jaringan komputer yang terhubung. Pada edisi Business dan Ultimate, Anda dapat lebih jauh berbagi file melalui remote access.

Selama proses instalasi, Vista memberikan peringkat kepada keseluruhan kinerja perangkat lunak yang terdapat dalam sistem PC Anda. Skor akhir yang diberikan Vista mengindikasikan nilai terendah skor individual.

Untuk Vista, Microsoft telah mengeluarkan driver untuk DVD-burner dan printer dari kernel. Faktor driver inilah yang selama ini diduga sebagai penyebab terjadinya crash pada Windows. Dari ujicoba yang telah dilakukan, kami dapat mengacungi jempol untuk perbaikan ini yang menjadikan Vista sebagai OS yang stabil dan dapat diandalkan.

Support

Begitu banyaknya fitur yang diberikan Vista untuk memanjakan penggunanya. Kenyamanan ini juga diimbangi dengan dukungan yang disediakan Vista untuk membantu kesulitan yang mungkin Anda temui selama menggunakan Vista. Sebut saja informasi pada Help yang sungguh sangat membantu dengan banyak perbaikan yang dilakukan Microsoft. Juga FAQ statis yang kini dapat menjadi aktif dengan link yang langsung terhubung dengan Microsoft untuk solusi yang lebih mendalam, juga forum yang memungkinkan Anda untuk mendapatkan bantuan langsung PC-to-PC.

Solusi pada FAQ yang biasanya akan Anda dapatkan dalam bentuk jawaban dari daftar pertanyaan yang tersedia, kini Vista menjadikannya lebih hidup dengan langsung menjalankan script yang akan secara otomatis memberikan solusi pada permasalahan yang ada. Misalnya saja jika Anda ingin meng-update suatu driver dari piranti yang terhubung dengan PC Anda, Vista akan merubah tampilan desktop Anda menjadi lebih gelap yang mengindikasikan bahwa Vista sedang ‘mengambil alih’ kendali pada PC Anda. Kemudian Vista akan meng-highlight dan membuka Start Menu à Control Panel à Device Manager. Sampai disini Vista akan berhenti dan bertanya pada Anda piranti mana yang akan Anda update driver-nya. Support ini memberikan pengalaman serasa mempunyai teknisi sendiri yang selalu standby kapanpun diperlukan.

Peluncuran Mac OS Molor


Peluncuran Mac OS X 'Leopard' Molor 4 Bulan

Dewi Widya Ningrum - detikinet

San Francisco - Apple Inc. menunda peluncuran sistem operasi teranyarnya, Mac OS X Leopard, hingga bulan Oktober 2007. Debut Leopard molor empat bulan, dari semula direncanakan meluncur Juni 2007.

iPhone disebut-sebut yang menjadi alasan tertundanya Leopard. Perusahaan menyatakan telah mengalihkan sumber daya (resource) proyek tersebut demi mengantisipasi iPhone, ponsel sekaligus pemutar musik terbaru Apple, yang dijanjikan bakal dirilis pada bulan Juni ini.

"Software yang digunakan di iPhone cukup njlimet dan menyelesaikannya tepat waktu bukan tak butuh biaya. Kami harus mengalihkan resource dan beberapa pentolan software engineering kami dari tim Mac OS X ke iPhone," papar Apple dalam pernyataan resminya, yang dikutip detikINET dari Reuters, Jumat (13/4/2007).

Tertundanya Leopard, menurut salah seorang analis Creative Strategies di San Jose, California -- Tim Bajarin -- akan memperlambat penjualan komputer baru yang biasanya banyak datang dari penggemar komputer Apple.

Leopard dijanjikan Apple akan memiliki fitur yang lebih baik, termasuk fitur instant back-up data yang dijuluki "Time Machine" dan beberapa perbaikan pada software instant messaging (IM) dan e-mail.

Apple berharap fitur Leopard sudah sempurna pada awal Juni sebelum Worldwide Developers Conference digelar. Namun produk tersebut dipastikan belum siap untuk dirilis pada bulan tersebut. Perusahaan juga berencana memberikan test copy-nya kepada developer. Worldwide Developers Conference sendiri akan digelar selama lima hari di San Francisco mulai 11 Juni mendatang. ( dwn / dwn )

RED HAT LINUX : Sistem Operasi Paling Aman


Red Hat Linux baru-baru ini memperoleh tingkatan baru dari sertifikasi keamananan yang akan membuatnya menjadi perangkat lunak yang layak dipertimbangkan untuk digunakan pada level pemerintahan.

Minggu lalu IBM telah memperoleh sertifikasi EAL4 Augmented with ALC_FLR.3 untuk sistem operasi Red Hat Enterprise Linux. Sertifikasi yang diperoleh Red Hat itu menjadikannya setara dengan produk Sun Microsystem: Trusted Solaris Operating System, ungkap Dan Frye, wakil presiden dari unit open system IBM.

“Ini adalah tingkatan tertinggi dari fungsi keamanan yang semua orang miliki”, tegas Frye. “Kami telah menghadirkan fungsi Labeled Security Protection Profile (LSPP) dalam Red Hat Enterprise Linux 5 dan kami telah mensertifikasinya pada tingkatan EAL4 sebagai jaminan”

Rating ini diberikan oleh organisasi yang dibiayai pemerintah Amerika Serikat: National Information Assurance Partnership (NIAP) Common Criteria Evaluation and Validation Scheme for IT Security Program, yang mengevaluasi sisi keamanan dari perangkat lunak komersial.

Red Hat Linux menerima sertifikasi EAL4 Augmented with ALC_FLR.3 ini untuk penggunaan pada komputer mainframe IBM, System x, System p5 dan eServer.

Sertifikasi tingkat keamanan ini biasanya tidak dibutuhkan pada kontrak dengan perusahaan biasa, namun menjadi mutlak diperlukan sebagai syarat untuk dapat dipakai di badan pemerintahan seperti misalnya Departemen Pertahanan Amerika Serikat dan Agen Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA), ujar Frye.

Linux sebelumnya telah mendapatkan sertifikat pada level EAL4, namun ini adalah kali pertamanya sistem operasi tersebut menerima sertifikasi Labeled Security Protection Profile (LSPP), yang berkaitan dengan fitur akses pengaturan.

Para pengembang sebelumnya Linux telah bekerja untuk menambahkan fitur akses pengontrolan “SE Linux” dalam sistem operasinya. SE Linux disertakan sebagai bagian dari Red Hat Enterprise Linux 5, dan kini telah mendapatkan sertifikasi untuk penggunakan pada pemerintahan, ucap Frye.

Di bagian lain LSPP Red Hat Linux juga telah mendapat sertifikasi Role Based Access Control Protection (RBAC), dan itu juga perlu dipertimbangkan, tegas Red Hat.

Menurut Fryle, sertifikasi ini adalah “Berita besar bagi Industri Linux” karena hal ini menunjukkan bahwa perangkat lunak open-source dapat digunakan untuk menjalankan tugas-tugas komputerisasi yang sensitif. “Jika ada orang yang ragu bahwa sistem operasi open source dapat melakukannya, kami telah buktikan bahwa (keraguan) mereka itu salah”.

Rilis : Fedora 7


Tanggal 31 Mei kemarin, Fedora 7, versi teranyar dari distribusi gratis yang disponsori oleh Red Hat resmi dirilis. Rilis kali ini menjadi yang pertama kalinya digabungkannya komponen Core dan Extra. Karenanya mulai versi ini nama Fedora diubah tanpa embel-embel Core lagi. Rilis yang diberi nama alias Moonshine ini merupakan rilis pertama dimana seluruh pengembangannya ditangani oleh komunitas. Bagaimana? Dengan cara seluruh kode dijadikan satu dalam sebuah repository tunggal, dimana didalamnya para developer dari seluruh dunia dapat berkumpul dan mengembangkannya bersama-sama. Semuanya buka-bukaan dan tidak ada pengembangan yang disembunyikan atau dikerjakan tertutup sebagian oleh tim dari Red Hat.

Rilis ini dibangun dengan sistem yang baru dimana membuat versi turunan dari Fedora menjadi makin mudah dan cepat. Rilis ini mendukung KDE sepenuhnya, menggunakan kernel tickless yang dapat menghemat konsumsi listrik khususnya untuk laptop, mendukung banyak perangkat wireless, dan untuk pertama kalinya diperkenalkan Fedora versi LiveCD/DVD. Untuk interoperatibilitas distro ini telah mendukung sepenuhnya kemampuan meresize dan baca tulis file sistem NTFS, ditambah fitur koleksi huruf Liberation. Selain itu juga mendukung KVM dan virtualisasi.

Sampai saat tulisan ini diterbitkan versi fullnya baru tersedia untuk DVD. Sementara untuk versi CD hanya tersedia dalam bentuk livecd berbasis KDE atau Gnome.


PLUS MINUS UBUNTU


Plus Minus Ubuntu

Sudah sebulan saya pakai OS Linux distro Ubuntu. Kesannya, seru dan asyik walaupun kadang-kadang bikin pusing. Kalau ditanya soal apa kelebihan dan kekurangannya, saya lebih senang bilang plusnya lebih banyak.

Perspektifnya saya dapat dari forum Ubuntu. Salah seorang member kurang lebih bilang begini: “Kalau mau migrasi ke linux, ya migrasi total. Jadi tak perlu pakai dual booting (Linux dan Windows). Anggap saja, anda baru pertama kali kenal komputer.”

Saya sependapat dengannya. Itu sebabnya saya sejak awal tak pakai dual booting. OS tetap satu: Ubuntu. Dan sebagai rookie, ini catatan plus penting saya soal linux;

  • Perangkat lunak (operasi) komputer selalu up to date. Tak bakalan pernah kuno, dengan catatan selalu tersambung dengan internet. Pasalnya, Linux punya program update manager yang akan selalu mereview ke situs security.ubuntu.com. Setiap ada komponen program yang baru (library), otomatis ada pemberitahuan ke kita. Jika fakir benwit, bisa juga memperoleh update library, dengan cara membeli CD atau DVD repository. Harganya murah meriah, tak sampai ratusan ribu.
  • Semua program under windows, juga ada di linux. Bahkan anda bakal bingung untuk memilih mana yang cocok dan relatif gampang digunakan karena banyak alternatif. Untuk office work seperti MS Office, linux punya Openoffice dan program ini sudah standar bawaan linux. Tampilannya ya mirip MS itu. Buat pengolah gambar dan design seperti Photoshop, ada Gimp (sama seperti Mac punya). Untuk web editor, css atau html, saya pakai Bluefish Editor. Untuk messenger, saya pakai Pidgin dan messenger ini bisa di-setup dengan account apa saja, entah Yahoo, MSN atau yang lain. Pokoknya, banyak alternatif untuk memilih program sejenis under windows.
  • Relatif aman dari virus dan spyware. Saya tidak bilang aman 100 persen, tapi jauh lebih aman dari windows. Coba baca penjelasannya di sini.
  • Install dan uninstall program lebih menyenangkan ketimbang di windows. Di linux, anda bebas memasang program dan melepaskan kembali jika tak suka. Masing-masing program punya paket sendiri, jadi jika ada lepas dari komputer maka tak ada yang tersisa. Di windows, uninstall atau remove sebuah program bisa jadi akan meninggalkan file berekstensi .dll sehingga sering bikin crash komputer. Ini tak terjadi di linux.

Lalu, inilah kekurangannya;

  • Rumit jika masih bekerja dalam jaringan windows. Maklum, platform-nya memang berbeda, jadi anda harus cari jembatan dan yang umum digunakan adalah Samba. Masalahnya, setting samba lumayan njelimet. Jadi, selama setting samba belum sempurna, maka jalan-jalan ke jaringan windows tak akan lancar.
  • Untuk menginstall program, anda bisa memakai add/remove program atau synaptic package manager. Tapi ada kalanya setting atau install program tertentu hanya mau berjalan lewat Root Terminal alias command line. Ini mirip kerja dengan command prompt. Dan yang begini ini lumayan teknis.
  • Linux Ubuntu sejauh ini saya simpulkan lebih fokus dipakai untuk kerja atau mempelajari operasional komputer. Saya belum menemukan sarana bermain dan bersenang-senang di linux, katakanlah bermain game. Percayalah, tak ada game untuk linux yang sekeren windows. Kalaupun ada, konfigurasi VGA card atau sound harus spesifik. Jadi, buat yang masih doyan nge-game model Counter Strike, untuk sementara jangan migrasi ke linux. CMIIW.

Tapi, seperti yang saya bilang, saya senang pake linux. Enjoy. Dan satu lagi, buat yang senang ngoprak-ngoprek komputer, ya linux-lah tempatnya. Inti pakai linux adalah belajar dan semua kesulitan pasti ada jalan keluarnya.

Untuk sementara ini, saya mau lebih lama mendalami Ubuntu meski Andry sudah menggoda untuk pakai distro Mint yang lebih ringan dan easy to use.

PLUS MINUS UBUNTU


Plus Minus Ubuntu

Sudah sebulan saya pakai OS Linux distro Ubuntu. Kesannya, seru dan asyik walaupun kadang-kadang bikin pusing. Kalau ditanya soal apa kelebihan dan kekurangannya, saya lebih senang bilang plusnya lebih banyak.

Perspektifnya saya dapat dari forum Ubuntu. Salah seorang member kurang lebih bilang begini: “Kalau mau migrasi ke linux, ya migrasi total. Jadi tak perlu pakai dual booting (Linux dan Windows). Anggap saja, anda baru pertama kali kenal komputer.”

Saya sependapat dengannya. Itu sebabnya saya sejak awal tak pakai dual booting. OS tetap satu: Ubuntu. Dan sebagai rookie, ini catatan plus penting saya soal linux;

  • Perangkat lunak (operasi) komputer selalu up to date. Tak bakalan pernah kuno, dengan catatan selalu tersambung dengan internet. Pasalnya, Linux punya program update manager yang akan selalu mereview ke situs security.ubuntu.com. Setiap ada komponen program yang baru (library), otomatis ada pemberitahuan ke kita. Jika fakir benwit, bisa juga memperoleh update library, dengan cara membeli CD atau DVD repository. Harganya murah meriah, tak sampai ratusan ribu.
  • Semua program under windows, juga ada di linux. Bahkan anda bakal bingung untuk memilih mana yang cocok dan relatif gampang digunakan karena banyak alternatif. Untuk office work seperti MS Office, linux punya Openoffice dan program ini sudah standar bawaan linux. Tampilannya ya mirip MS itu. Buat pengolah gambar dan design seperti Photoshop, ada Gimp (sama seperti Mac punya). Untuk web editor, css atau html, saya pakai Bluefish Editor. Untuk messenger, saya pakai Pidgin dan messenger ini bisa di-setup dengan account apa saja, entah Yahoo, MSN atau yang lain. Pokoknya, banyak alternatif untuk memilih program sejenis under windows.
  • Relatif aman dari virus dan spyware. Saya tidak bilang aman 100 persen, tapi jauh lebih aman dari windows. Coba baca penjelasannya di sini.
  • Install dan uninstall program lebih menyenangkan ketimbang di windows. Di linux, anda bebas memasang program dan melepaskan kembali jika tak suka. Masing-masing program punya paket sendiri, jadi jika ada lepas dari komputer maka tak ada yang tersisa. Di windows, uninstall atau remove sebuah program bisa jadi akan meninggalkan file berekstensi .dll sehingga sering bikin crash komputer. Ini tak terjadi di linux.

Lalu, inilah kekurangannya;

  • Rumit jika masih bekerja dalam jaringan windows. Maklum, platform-nya memang berbeda, jadi anda harus cari jembatan dan yang umum digunakan adalah Samba. Masalahnya, setting samba lumayan njelimet. Jadi, selama setting samba belum sempurna, maka jalan-jalan ke jaringan windows tak akan lancar.
  • Untuk menginstall program, anda bisa memakai add/remove program atau synaptic package manager. Tapi ada kalanya setting atau install program tertentu hanya mau berjalan lewat Root Terminal alias command line. Ini mirip kerja dengan command prompt. Dan yang begini ini lumayan teknis.
  • Linux Ubuntu sejauh ini saya simpulkan lebih fokus dipakai untuk kerja atau mempelajari operasional komputer. Saya belum menemukan sarana bermain dan bersenang-senang di linux, katakanlah bermain game. Percayalah, tak ada game untuk linux yang sekeren windows. Kalaupun ada, konfigurasi VGA card atau sound harus spesifik. Jadi, buat yang masih doyan nge-game model Counter Strike, untuk sementara jangan migrasi ke linux. CMIIW.

Tapi, seperti yang saya bilang, saya senang pake linux. Enjoy. Dan satu lagi, buat yang senang ngoprak-ngoprek komputer, ya linux-lah tempatnya. Inti pakai linux adalah belajar dan semua kesulitan pasti ada jalan keluarnya.

Untuk sementara ini, saya mau lebih lama mendalami Ubuntu meski Andry sudah menggoda untuk pakai distro Mint yang lebih ringan dan easy to use.

Sabtu, 03 November 2007

Tas Berteknologi Biometric


Tas Berteknologi Biometric

Selama ini, tas merupakan salah satu barang yang penting dibawa ketika bepergian. Kita bisa menyimpan berbagai benda di dalamnya. Tapi, tas tidak memiliki tingkat keamanan tinggi. Siapa pun bisa membuka untuk melihat isinya.

Dengan adanya tas biometric temuan Louise Wilson, keamanan terjamin. Tas ini dilengkapi dengan biometric reader device (alat pembaca sidik jari) yang terletak di bagian pojok bawah. Di sana terdapat kotak hitam berukuran kurang lebih 5 cm. Bagian ini berfungsi untuk men-scan sidik jari pemilik.

Teknologi yang digunakan pada tas ini sama dengan teknologi biometric umumnya. Ketika sidik jari diidentifikasi dan hasilnya cocok, lampu hijau akan menyala dan tas terbuka. Bila tidak cocok, lampu akan menyala merah sebagai tanda penolakan.

Untuk sumber energi, tas ini menggunakan sebuah baterai yang bisa diisi ulang. Ketika habis tinggal ditancapkan saja. "Saya sudah mengenal teknologi biometric sejak lama. Dan, saya berusaha untuk mengaplikasikan dalam sebuah gadget yang dapat digunakan setiap hari," ujar Wilson. Pilihannya jatuh pada tas.

"Seorang wanita membawa seluruh ’hidup’-nya dalam tas mereka. Jika sampai hilang, kemungkinan sebagian ’hidup’-nya akan terganggu. Nah, tas biometrci ini akan sangat berguna sekali jika digunakan di tempat-tempat ramai. Misalnya, di tempat perbelanjaan dan kendaraan umum," kata lulusan London’s Brunel University ini. (top/cnn)

Mendisiplinkan Karyawan Dengan Teknologi Biometrik


Mendisiplinkan Karyawan dengan Biometrik

Tuhan menciptakan manusia dengan memiliki keunikan-keunikan tersendiri. Bagian-bagian tubuh manusia tidak ada yang sama antara satu sama lain. Oleh karena itulah bagian-bagian tubuh manusia seringkali digunakan untuk mengetahui identitas seseorang.

Tak heran apabila sejak beberapa abad yang lalu sidik jari digunakan sebagai alat untuk mengidentifikasi. Contohnya adalah VOC yang di masa zaman penjajahan kerap menggunakan sidik jari sebagai tanda yang sah dalam melakukan proses authentifikasi dengan tujuan-tujuan tertentu. Sampai kini sidik jari masih kita gunakan dalam hal-hal yang berkaitan dengan proses authentifikasi seperti pembuatan KTP, SIM, dan lain-lain.

Seperti halnya sidik jari, tubuh kita juga memiliki bagian-bagian lain yang memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh orang lain. keunikan-keunikan tersebut menimbulkan gagasan bagi manusia untuk memanfaatkannya sebagai identitas diri. Seiring perkembangan teknologi, manusia menggunakan teknologi yang secara otomatis dapat mendukung dalam proses identifikasi seseorang. Teknologi inilah yang kita kenal dengan biometrik (teknologi semi konduktor). Biometrik merupakan metode untuk mengenali seseorang berdasarkan karakter fisik maupun perilakunya.

Saat ini ada banyak perusahaan yang mengembangkan teknologi biometrik untuk digunakan di perusahaan-perusahaan. Salah satu perusahaan ternama yang mengembangkan teknologi biometrik adalah International Biometric Group. IBG merupakan perusahaan yang menyediakan solusi dan jasa biometrik. Sejak 1996, IBG telah menjalankan bisnis untuk keamanan jaringan dan sistem identifikasi.

Baru-baru ini, IBG mengeluarkan Biometrics Market and Industry Reports 2007-2012 yang menyajikan analisis mengenai aplikasi dan teknologi biometric di pasar global. Hasilnya menunjukkan bahwa teknologi biometrik menggunakan AFIS/Live Scan paling banyak digunakan dengan prosentase 33,6%. Sementara itu teknologi biometrik sidik jari atau biasa kita kenal dengan Fingerprint menempat urutan kedua dengan 25,3%.

Meskipun biometrik sistem yang tersedia di pasaran dapat menggunakan berbagai bagian tubuh mulai dari tekstur wajah, suara, retina, iris dan denyut jantung, namun hand scanner dan finger scanner merupakan tipe yang paling banyak digunakan perusahaan-perusahaan untuk absensi.

Mengenai hal ini, Anil Jain, seorang professor dari Michigan State University yang menjalankan the school’s biometric research program dan memiliki hak paten penggunaan fingerprint mengatakan bahwa hand geometry machine atau mesin identifikasi menggunakan tangan lebih banyak digunakan untuk absensi kehadiran

karena teknologi ini sudah tersedia sejak 25 tahun yang lalu. Beberapa perusahan besar di Amerika Serikat yang menggunakan hand scanner diantaranya bergerak di bidang industri rumah sakit dan laboratorioum seperti Merck, Bristol-Myers Squibb, Pfizer dan DuPont. Ada juga nama-nama restoran ternama seperti McDonald’s, Burger King, Dunkin’ Donuts dan Papa John’s Pizza.

Sementara itu, fingerprint scanner yang merupakan teknik yang nomor dua paling banyak digunakan untuk absensi digunakan oleh perusahaan-perusahaan seperti IBM, Hertz, Disney, TJ Maxx, Nordstrom, GAP, Office Depot, dan lain-lain. Selain itu the Transportation Security Administration baru-baru ini juga memasang fingerprint scanner untuk 55.000 lebih karyawannya yang dipasang di lebih dari 450 bandar udara di seluruh Amerika Serikat.

Mmeskipun kebanyakan perusahaan sedang berjalan untuk mengotomatisasi timekeeping system namun biometrik masih digunakan dalam jumlah persentase yang kecil dalam pengumpulan data dan waktu kehadiran. Hal itu berdasarkan 2006 payroll benchmark research dari The Hacket Group dimana 33% perusahaan masih menggunakan paper time cards untuk absensi dan kehadiran karyawan.

Mencegah Penipuan

Teknologi biometrik saat ini cukup popular dan digunakan banyak perusahaan di berbagai industri. Bila dahulu biometrik lebih identik digunakan di instansi pemerintahan dan industri yang membutuhkan high-security system, saat ini perusahaan-perusahaan seperti pabrik, restoran, rumah sakit, laboratorium dan lain-lain mulai menggunakan biometrik menggantikan absensi manual atau kita kenal dengan mesin ‘ceklokan’, magnetic strip ID card sampai barcode.

Teknologi ini ibarat senjata bagi perusahaan untuk mendisiplikan karyawannya. Kedisiplinan merupakan faktor penting untuk terciptanya SDM yang berkualitas. Sehingga biasanya perusahaan akan memberikan perhatian pada hal-hal yang bisa meningkatkan keberhasilan secara efektif dan efisien. Untuk itu, salah satu paramater yang digunakan adalah kemampuan para karyawan untuk masuk kantor pada waktunya. Dengan adanya teknologi ini, praktis HRD akan terbantu ketika memantau jam keluar masuk karyawan.

Meskipun selain biometrik masih ada sistem absensi lain yang berbasis teknologi, namun sayangnya sisetm-sistem tersebut memiliki kelemahan tersendiri. Contohnya absensi menggunakan magnetic card. Oknum-oknum karyawan dapat dengan mudah melakukan kecurangan dengan menitipkan kartu absennya pada teman yang datang lebih awal, untuk kemudian minta diabsenkan. Dengan biometrik sistem, kemungkinan ini bisa direduksi meskipun tidak tertutup pula kemungkinan lain dari karyawan untuk melakukan kecurangan.

Romy Robb, payroll administrator di the Hilton Waterfront Beach Resort di Huntington Beach, California, seperti dikutip SHRM beralasan bahwa system ini mudah digunakan. Karyawan tidak harus menggunakan kartu absensi dan mencegah karyawan untuk ‘titip absen’. Ternyata tak hanya itu manfaat yang bisa diperoleh dari biometrik sistem. Selain untuk absensi, biometric system juga dapat diintergrasikan ke HR technology system seperti kompensasi dan payroll. Dengan berbagai kelebihannya, biometrik sistem tampaknya akan menjadi pilihan bagi perusahaan-perusahaan di berbagai industri.

Sistem Biometriks


Jumat, 13-01-2006
Tingkat Keamanan Makin Ketat dengan Teknologi yang Tepat
Tingkat keamanan yang tinggi tidak selalu ditandai oleh jumlah petugas kemanan yang semakin banyak. Justru terletak dari teknologi yang digunakan. Bila petugas keamanan bertambah banyak, tapi penjahat semakin pintar menyamarkan diri dan barang bawaannya, tetap saja dapat terjadi kejahatan.

Penjahat dari hari ke hari sudah semakin pintar. Banyak kejahatan yang dilakukan menggunakan teknologi canggih. Bahkan tidak jarang berlomba dengan teknologi kemanan itu sendiri. Misalnya saja sebuah virus yang menyerang komputer Anda. Semakin hari semakin buas. Dan program antivirus pun semakin hari juga semakin canggih berusaha untuk selalu menandingi. Begitu pula dengan virus yang semakin hari juga terus dikembangkan untuk menggagalkan satu antivirus dengan antivirus yang lain.

Begitu pula penjahat semakin canggih alat kemanan, cara kerja mereka pun semakin canggih dan lihai. Sayangnya, di Indonesia tingkat kemanan yang sangat ketat jarang sekali ditemukan kecuali pada tempat-tempat tertentu saja. Misalnya, bandara, kantor konsulat, atau gedung-gedung khusus. Kebanyakan pihak kemanan sebuah gedung hanya menerapkan pemeriksaan alakadarnya atau sekadar formalitas dengan alat metal detector. Yang terkadang aktif terkadang mati. Bahkan yang terkadang sangat mengganggu kenyamanan adalah seseorang diminta untuk memperlihatkan isi tasnya pada petugas keamanan. Padahal hal ini sebenarnya dapat dihindari. Dengan teknologi yang tepat, tidak hanya tingkat kemanan yang meningkat, melainkan pengunjung juga akan merasa lebih nyaman.

Perangkat apa saja sebenarnya yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemanan? Banyak sekali dengan menggunakan kamera CCTV atau mungkin dengan menggunakan sinar X. Sedangkan untuk keamanan tempat-tempat tertentu, dapat saja menggunakan teknologi biometrics yang kini sudah mulai marak digunakan. Sebagian dari teknologi tersebut memang masih tergolong cukup mahal. Tapi untuk melindungi sesuatu yang snagat berharga, rasanya nilai teknologi tersebut tidak akan terlalu berarti.

CCTV
CCTV adalah teknologi yang cukup konvensional yang sudah lebih dulu hadir. Dengan kamera CCTV yang sangat mungil, seorang petugas kemanan dapat memantau keadaan. Dan bila ada kejahatan terjadi, rekaman pada CCTV cukup dapat dijadikan barang bukti. Oleh sebab itu, keberadaan CCTV banyak digunakan pada tempat-tempat yang rawan akan kejahatan pencurian seperti supermarket, dan mesin ATM.

Bentuk kamera yang semakin hari semakin kecil membuatnya sangat fleksibel untuk diletakkan di mana saja. Belum lagi instalasi CCTV tidak terlalu sulit. Bahkan, jika diinginkan kini juga sudah tersedia CCTV yang tidak menggunakan kabel.

Keberadaan CCTV sebagai alat keamanan kadang menyulitkan kadang tidak. Untuk kemanan yang butuh pantauan ketat, tentu akan membutuhkan kehadiran SDM sebagai operator atau petugas pemantau. Sedangkan bila CCTV hanya digunakan sebagai alat dokumentasi atau bukti di kemudian hari. Petugas operator hanya perlu merekamnya.

Biometrics
Teknologi biometrics adalah teknologi kemanan yang menggunakan bagian tubuh sebagai identitas. Dunia medis mengatakan bahwa ada berapa bagian tubuh kita yang sangat unik. Artinya, tidak dimiliki oleh lebih dari satu individu. Contohnya saja sidik jari atau retina mata. Meskipun bentuk atau warna mata bisa saja sama, namun retina mata belum tentu sama. Begitu juga dengan suara dan struktur wajah. Bagian-bagian unik inilah yang kemudian dikembangkan sebagai atribut keamanan.

Sebagai bagian dari teknologi keamanan, biometrics memiliki dua fungsi sekaligus yang dapat dijalankan terpisah maupun secara bersamaan. Yang pertama sebagai pencatat ID atau sebagai alat verifikasi (password).

Teknologi biometrics hampir dapat diterapkan di mana saja. Mulai untuk melindungi sebuah barang tertentu dari akses yang tidak diinginkan, seperti komputer. Sampai untuk melindungi sebuah ruangan yang ramai dari orang-orang tertentu. Misalnya, untuk mengetahui keberadaan teroris atau penjahat lain di bandara.

Cara kerja teknologi keamanan yang satu ini hampir sama dengan teknologi keamanan lain yang sangat bergantung kepada sensor. Sendor yang digunakan pada teknologi biometrics cenderung mahal dan semakin akurat ketajamannya maka akan semakin mahal.

Selain sensor, bagian yang tidak kalah penting dari biometrics adalah data. Bagaimana Anda menyimpan data pada sebuah sistem sangat penting. Sebab biometrics adalah teknologi yang bergantung kepada data. Bila data yang disimpan tidak aman atau lengkap, kemungkinan adanya penyusup ke system ini akan lebih besar.

Menurut sistemnya biometrics sendiri terbagi atas tiga macam, yaitu:

1. Sistem yang menyimpan data langsung pada alat.
Dengan sistem ini, data akan disimpan pada media penyimpanan yang berada dalam alat detektor. Jika sewaktu-waktu mesin harus di-reset atau dikembalikan ke posisi awal, maka data yang ada dapat saja ikut terhapus. Sehingga petugas harus meng-input ulang. Jika data yang dimasukkan sangat banyak tentu akan sangat merepotkan, lain halnya bila data tidak terlalu banyak. Biometrics dengan sistem ini sangat cocok untuk diterapkan pada sebuah alat tertentu yang tidak digunakan oleh banyak orang atau untuk untuk melindungi sebuah ruang khusus, yang juga tidak diakses oleh banyak pengunjungnya.

2. Sistem yang menyimpan data pada jaringan.
Sistem yang kedua memanfaatkan jaringan untuk menyimpan datanya. Sistem yang kedua sangat efektif bagi aplikasi yang memang dipergunakan untuk banyak user. Misalnya saja untuk data absen karyawan atau siswa. Bentuk fisik yang ditampilkan oleh alat juga tidak perlu terlalu besar. Karena data tidak akan diproses langsung pada alat. Melainkan dikirim dahulu ke sebuah jaringan baru kemudian diproses dan disimpan. Sistem ini memang membutuhkan waktu lama.

Tetapi cukup efektif untuk data yang besar. Karena tidak akan terkena risiko data hilang pada saat proses reset pada alat harus dilakukan.

3. Sistem yang menyimpan data pada sebuah chip.
Sistem yang terakhir ini menggunakan media tambahan berupa chip untuk menyimpan data si pemilik ID. Sehingga untuk menggunakannya seseorang harus membawanya. Untuk sistem yang terakhir ini, akan sangat efektif diterapkan untuk yang memiliki pengguna sangat banyak atau bila alatnya hendak diletakkan di tempat umum. Misalnya saja untuk keamanan di mesin ATM atau hanya sekadar sebagai ID masuk dalam sebuah gedung.

Sedangkan bagian tubuh yang saat ini sudah mulai digunakan sebagai ID atau password adalah:

- Sidik Jari
Ini adalah bagian tubuh yang penggunaannya sangat populer baik sebagai ID maupun sebagai password. Sensor yang digunakan untuk men-scan sidik jari sangat bervariasi. Ada sensor yang hanya dapat memeriksa satu sidik jari saja ada yang dapat memeriksa lebih dari satu sidik jari.

Luka pada sidik jari dapat mengakibatkan sidik jari sulit dideteksi. Namun, bukan berarti tidak bisa. Selama luka tersebut tidak terlalu dalam ada beberapa sensor yang masih dapat
mengenalinya. Tentu saja sensor-sensor dengan ketajaman seperti ini akan lebih mahal harganya ketimbang sensor sidik jari dengan ketajaman biasa.

Penerapan sidik jari sebagai bagian dari sistem keamanan kini sudah se makin luas. Bahkan saat ini sudah ada mouse yang penggunaannya membutuhkan sidik jari penggunanya.

- Geometris Tangan
Lain sidik jari lain pula yang dimaksud dengan geometris tangan atau yang dikenal juga dengan bentuk tangan. Nilai-nilai yang menjadi bagian dari datanya adalah, ukuran tangan, bentuk telapak tangan, sampai bentuk dan ukuran masing-masing jari. Sensor yang digunakan untuk mendeteksi geometris tangan berbeda dengan sensor yang digunakan untuk mendeteksi sidik jari. Cara pengambilan sampel juga lebih rumit, karena harus dilakukan dari berbagai perspektif. Oleh sebab itu, biometrics ini dianggap lebih akurat dan lebih sulit untuk dipalsukan datanya. Namun, proses pengaksesan juga akan berjalan lebih lama. Oleh sebab itu, sebaiknya jangan menggunakan sistem ini untuk ruangan yang terbuka atau untuk aplikasi yang dimanfaatkan oleh banyak orang (seperti absensi).

- Mata
Mata manusia sangat unik. Meskipun secara kasat mata, setiap bola mata manusia hampir sama. Ada dua bagian yang kerap menjadi bagian dari biometrics mata, yaitu retina dan iris mata. Iris mata lebih mudah penggunaannya dibandingkan dengan retina mata. Untuk menganalisis retina mata, seorang pengguna harus menatap pada fokus yang telah ditentukan dan proses analisis juga tidak akan dapat dilakukan bila user menggunakan kaca mata.

Lain halnya dengan iris mata. Teknologi dengan iris mata tidak sesulit retina mata. User tidak perlu menatap lurus ke fokus. Dan pengguna kaca mata masih dapat dikenali.

- Bentuk Wajah
Teknologi biometrics yang menganalisis bentuk wajah sudah juga digunakan di beberapa tempat. Salah satunya bandara. Perangkat yang difungsikan sebagai sensor untuk teknologi ini umumnya adalah kamera CCTV biasa. Dan sistem yang digunakan adalah sistem yang datanya disimpan dalam sebuah jaringan. Sedangkan proses kerjanya adalah sebagai berikut. Gambar yang diperoleh oleh kamera CCTV secara otomatis akan diolah oleh komputer yang terhubung langsung dengan data kepolisian. Setiap wajah yang lewat akan dilihat kecocokannya dengan data yang ada pada jaringan. Jika ada kemiripan, maka nyala alarm akan berbunyi dan memberi tahu kepada petugas.

Untuk menggunakan bentuk wajah sebagai bagian dari sistem keamanan, sampel yang diambil harus lengkap, artinya pengambilan sampel harus dilakukan dari berbagai arah. Sama halnya seperti pada penggunaan geometris tangan.

- Suara
Gelombang suara juga dapat dijadikan identitas yang unik. Namun sayangnya, untuk yang satu ini keadaan sekitar sangat mempengaruhi. Sehingga untuk menerapkannya harus benar-benar di ruangan atau lingkungan yang tidak ramai. Dan semakin tinggi toleransi yang dimiliki oleh sebuah sensor akan membuat harga sensor akan semakin tinggi.

Metal Detector
Ini adalah alat yang paling sering ditemui masyarakat belakangan ini sejak merebaknya isu terror bom di Indonesia. Di mana-mana petugas keamanan baik gedung kantor sampai tempat hiburan dan belanja sibuk menenteng-nenteng alat berwarna hitam. Alat ini biasa ditempelkan pada barang bawaan pengunjung. Untuk mengetahui apakah pengunjung membawa barang berbahaya atau tidak. Selain dengan alat semacam pentungan berwarna hitam, kadang pengunjung juga harus melewati sebuah alat yang menyerupai gawang kecil. Bila pengunjung mengantongi perangkat berbahan logam atau metal seperti ponsel, maka alat itu akan berbunyi nyaring sekali. Begitu juga dengan alat berwarna hitam yang
menyerupai pentungan tersebut.

Alat ini dikenal juga dengan sebutan metal detector. Fungsinya adalah untuk mengetahui keberadaan komponen logam atau metal yang berada pada targetnya. Pada tempat-tempat tertentu, keberadaan metal detector memang membantu kemanan gedung. Namun, apa yang diamankan oleh metal detector? Tidak lain adalah semua komponen yang mengandung logam. Mulai dari benda tajam seperti pisau, gunting, penggaris sampai pena, dan ponsel. Semuanya akan memancing bunyi sebuah metal detector.

Jika untuk melindungi sebuah tempat dari pengunjung yang membawa sebuah bom. Alat keamanan ini dapat dikatakan kurang efektif, karena bahan kimia tidak akan dapat terdeteksi oleh alat ini. Dan pada umumnya, bom terbuat dari campuran bahan kimia.

Dalam melakukan proses deteksi, metal detector menggunakan kawat tembaga sebagai pengumpan sinyal. Bila sinyal tersebut bertabrakan dengan logam, maka akan terjadi medan magnet yang menyebabkan echo (gema) yang panjang.

Namun, keberadaan metal detector sendiri kini tidak lagi dapat dijadikan satu-satunya komponen keamanan. Karena sangat sering apa yang dibawa oleh pengujung digeledah. Hal ini tentu saja mengganggu hak privasi seseorang. Oleh sebab itu, bila sebuah institusi ingin menjaga keamanan tempatnya tanpa harus melanggar hak privasi pengunjungnya, maka ia harus menyediakan sebuah alat deteksi lain yang lebih sopan. Salah satu contohnya X-Ray.

X-Ray
Barang apa yang sedang dibawa? Sekali lagi, membuka tas seseorang bukanlah tindakan yang sopan. Karena ada beberapa bawaan yang sifatnya sangat pribadi. Dan tindakan menggeledah tas bukanlah hal yang tepat dilakukan. Meskipun atas nama keamanan. Jika memang ingin meningkatkan kemanan sebuah gedung, maka pihak pengelola gedung harus rela mengeluarkan kocek lebih mahal. Misalnya dengan menggunakan teknologi X-Ray. Dengan teknologi X-Ray, seseorang tidak perlu lagi merasa sungkan. Karena untuk
bawaan tertentu tidak akan terdeteksi. Misalnya saja pembalut atau kondom.

X-Ray bukanlah teknologi baru. Kehadirannya sudah lama digunakan oleh masyarakat, khususnya bagi mereka yang pernah melakukan pemeriksaan menyeluruh di rumah sakit. Kemampuannya dalam melihat jauh lebih ke dalam dimanfaatkan dunia kedokteraan untuk menelaah lebih jauh tentang apa yang terjadi pada bagian dalam tubuh manusia.

Namun ternyata, sinar X ini tidak hanya mampu menelaah komponen dalam tubuh manusia, melainkan juga mampu menelaah isi sebuah tas. Baik tas kecil sampai tas besar sekalipun.

Kemampuannya inilah yang kemudian dilirik oleh pelaku sistem keamanan untuk kemudian digunakan sebagai bagian dari komponen penjaga keamanan. Seperti halnya dengan sinar X dalam duania kedokteran. Sinar X yang digunakan untuk sistem keamanan juga memiliki radiasi. Hanya saja, radiasinya bukan membahayakan si pemilik barang, melainkan barang yang sedang diperiksa. Salah satu yang sangat rentan terhadap radiasi sinar X adalah film. Lembaran film kamera manual sering rusak bila terkena radiasi sinar X.

Namun, lain dengan sekarang. Radiasi yang digunakan sinar X untuk pemeriksaan tidak lagi setinggi dulu. Kini sinar X yang biasa digunakan di bandara contohnya sudah aman untuk digunakana pada film.

Namun bukan berarti boleh diletakkan dalam bagasi pesawat sebab sinar X yang memeriksa bagasi umumnya menggunakan radiasi yang lebih tinggi. Mengingat tumpukan barang yang diperiksa jauh lebih banyak.

Dengan sinar X, setiap jenis barang memiliki warna berbeda. Misalnya bahan organik dengan bahan bukan organik akan tampil dengan warna berbeda. Begitu pula halnya dengan barang yang mengandung metal. Bukan berarti barang organik luput dari perhatian. Umumnya, petugas operator X-Ray sudah mendapatkan pendidikan untuk membedakan bahan organik yang dapat berfungsi sebagai bom atau bukan.

CT Scan
Selain sinar X yang diarahkan searah saja, ada alat keamanan lain yang tidak kalah canggihnya, yaitu CT Scan (computer tomography scanner). Teknologi ini menggunakan beberapa sinar X sekaligus untuk memeriksa seluruh dimensi setiap barang. Dengan CT Scan Anda tidak hanya memeproleh gambaran mengenai isi tas saja, melainkan lengkap dengan ukuran dan berat masing-masing perangkat yang ada dalam tas tersebut. Bila ada sebuah perangkat yang berat atau bentuknya tidak sesuai dengan fungsinya, maka komputer akan memperingati petugas operator CT Scan.

Proses pemeriksaan dengan CT Scan lebih lama ketimbang X-Ray. Namun, data yang dihasilkan memang lebih lengkap. Sebaiknya penggunaan CT-Scan hanya dilakukan untuk orang-orang atau bawaan yang sangat mencurigakan saja. Jangan sampai terjadi antrian yang tidak berarti pada pintu masuk.

RFID
Lain di bandara lain pula di pertokoan. Saat ini keberadaan teknologi labeling sudah sangat canggih. Dengan menggunakan label berfrekuensi radio, tidak perlu lagi khawatir produk dari supermarket tersebut kecurian. Karena setiap barang atau produk yang melewati batas akan membuat alarm berbunyi.

Teknologi mana yang akan digunakan? Terserah yang mana saja, asalkan menyesuaikan dengan keadaan. Bila memang ingin menggunakan sebagai security sebuah ruangan atau sebagai absensi, kartu dengan cip sidik jari cukup baik.

Namun bila akan menggunakannya untuk memeriksa pengunjung toko Anda atau gedung Anda, sebaiknya carilah teknologi yang sopan. Mungkin sinar X dapat menjadi jawabannya. Jangan menggunakan metal detector jika yang dicari bukanlah benda tajam. Atau dengan tidak sopan menggeledah tas pengunjung toko atau gedung Anda.